Jari-jari mereka bertemu di atas meja, lalu keduanya tersenyum malu. Tak banyak kata yang diperlukan. Tatapan justru mengatakan lebih banyak daripada percakapan panjang.
Saat malam semakin larut,
mereka berjalan bersama di bawah satu payung. langkah mereka semakin berdekatan,
sementara hujan terdengar lembut di sekitar mereka.
"Aku senang kita bertemu malam ini," bisik Nadia.
Arga tersenyum. Malam itu mungkin sederhana, tetapi bagi mereka,
cerita seks ibu pertemuan itu menjadi awal dari sesuatu yang indah.